Minggu, 20 Maret 2011

Delapan Tokoh Terima PWI Award 2011....

NASIONAL - HUMANIORA
Sabtu, 19 Maret 2011 , 06:16:00
Delapan Tokoh Terima PWI Award

SURABAYA -- Suasana Aula Grahadi kemarin tampak berbeda. Serombongan tokoh nasional datang untuk menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dibarengkan dengan peringatan dua tahun kepempinan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai gubernur-wagub Jatim.

Tercatat sebanyak delapan tokoh menerima PWI Award. Yakni, Jusuf Kalla (ketua umum PMI), Andi Alfian Malarangeng (menpora), Anas Urbaningrum (ketua umum Partai Demokrat), Dahlan Iskan (dirut PLN), Soekarwo (gubernur Jatim), Priyo Suprobo (rektor ITS), Achmad Fauzi (ketua Dewan Kesenian Jatim), dan Sahat Tua Simanjutak (ketua pengprov Pertina dan juga anggota DPRD Jatim).

Selain itu, PWI juga memberikan sejumlah penghargaan foto dan tulis dalam Prapanca Award. Juga, ada sejumlah penghargaan khusus, yang antara lain diberikan kepada striker Persema dan timnas Indonesia, Irfan Bachdim.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Margiono sempat melontarkan candaan ke Soekarwo. "Lapor Pak Gubernur, semua warga Jatim yang di Jakarta baik-baik saja. Ada yang jadi ketua partai, dan ada yang jadi dirut PLN," katanya, yang disambut senyum oleh Soekarwo.

Ketika didapuk memberi sambutan setelah menerima penghargaan, Dahlan bicara soal banyak hal. Diantaranya adalah optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Sepuluh tahun lalu, pendapatan per kapita di Indonesia hanya USD 1.200. Tapi sekarang USD 3.200, dan bila sepuluh tahun lalu ada ahli ekonomi yang memprediksi 10 tahun lagi pendapatan per kapita sebesar ini, pasti ditertawakan," ucap pria kelahiran Magetan tersebut.

Dahlan optimis bahwa akhir tahun ini, dengan peningkatan pendapatan per kapita seperti ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalahkan Belanda. "Bahkan sepuluh tahun lagi mencapai USD 6.000 bahkan USD 9.000," katanya.

Selanjutnya tokoh yang didapuk mendapat penghargaan karena dianggap pembawa perubahan di PLN tersebut bicara soal masalah setrum. Tepat di hari ke 414-nya memimpin perusahaan setrum plat merah tersebut, Dahlan menguraikan kekhawatirannya. Karena ada penurunan debet air, maka listrik di Jawa mengalami kehilangan 1.300 Megawatt. "Suasana kebatinan kami sangat khawatir. Selama ini tidak ada byar pet, karena kami kerja ekstra keras untuk memastikan tidak ada pemadaman," tuturnya.

Selain itu, Dahlan mengungkapkan krisis listrik terjadi di Kangean, Bawean, dan Gili-Ketapang. "Sebenarnya saya tidak pantas merasa mendapat penghargaan ini. Karena masih ada krisis listrik di sejumlah daerah di Jawa. Tapi, kami harapkan akhir tahun ini sudah kami tuntaskan," tambahnya.

Di bagian lain, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang menerima penghargaan di bidang politik mengatakan optimisme juga terlihat dalam bidang politik. "Akan semakin segar, dan kedewasaan masyarakat akan matang," katanya. Dengan nada merendah, Anas mengatakan bahwa dirinya masih sangat muda dan hijau dalam bidang politik. "Ibarat buku, saya ini masih di pembukaan, sementara bapak Jusuf Kalla sudah berada di kesimpulan," tambahnya.

Sementara itu, Soekarwo dipilih karena dianggap berhasil membangun tata perekonomian Jatim sehingga pertumbuhan ekonomi Jatim melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. (ano/agm)